Ombudsman: Hasil Identifikasi, Lahan Prabowo Bukan HGU tapi HTI

Ombudsman mengungkapkan status lahan negara yang dikuasai Prabowo Subianto di Aceh dan Kalimantan bukanlah hak guna usaha (HGU). Berdasarkan hasil identifikasi, status lahan ratusan ribu hektare itu adalah hutan tanaman industri (HTI).



"Semua orang sibuk membahas tentang isu lahan yang kemarin disampaikan debat. Pertama, hasil identifikasi yang dilakukan itu bukan HGU, tanah yang dimiliki Pak Prabowo itu sebetulnya adalah izin tanaman hutan industri, berbeda itu ya," kata anggota Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih, di acara Ngopi Bareng Ombudsman, di Gedung Ombudsman, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2019).

Ahmad pun menyayangkan adanya salah informasi terkait status lahan yang saat ini dikuasai Prabowo tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan pentingnya keterbukaan informasi mengenai lahan-lahan HGU di Indonesia. Apalagi, persoalan keterbukaan informasi dokumen publik sudah diatur dalam putusan Mahkamah Agung.

"Ombudsman yakin putusan MA yang menyatakan bahwa HGU itu adalah informasi dokumen publik yang bisa diakses siapapun. Maka kami yakin semenjak diutus 2017 sampai sekarang pemerintah belim publikasi dokumen tersebut dan salah satu yang sangat prinsip itu keterbukaan untuk kepentingan politik. Jadi dalam debat kemarin kita lihat, gimana informasi publik belum dibuka ke publik, dan informasi HGU digunakan untuk kepentingan politik," tuturnya.

"Peristiwa debat kemarin pelajaran besar bagi kita, bahwa informasi publik bisa dugunakan untuk kepentingan politik, itu sangat tidak baik," sambung Ahmad.

Dengan keterbukaan informasi terkait lahan-lahan HGU, Ahmad berharap, ke depan tak ada lagi masyarakat yang melapor kepada Ombudsman lantaran tidak bisa mengakses informasi HGU. Selain itu, juga agar tidak ada informasi yang salah yang kemudian digunakan untuk kepentingan politik.

"Maka kami mengharapkan supaya Presiden instruksikan ke Menteri untuk membuka informasi HGU, supaya semua orang tahu tentang penguasaan lahan ini, dan kemudian nggak simpang siur dijadikan alat saling menyerang baik ke kubu Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu kontradiktif menurut kami. Sementara harusnya dibuka tapi ditutup dan digunakan untuk kepentingan politik," pungkas Ahmad.

Sebelumnya, Jokowi menyindir soal ratusan hektare tanah yang disebut dimiliki Prabowo di panggung debat capres kedua. Sindiran itu disampaikan Jokowi saat berbicara terkait pembagian sertifikat tanah.

"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur, sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan pada masa pemerintahan saya," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2).

Prabowo mengakui menguasai ratusan ribu hektare tanah di sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, sebut Ketum Gerindra itu, tanah yang dimilikinya itu berstatus HGU (hak guna usaha).

"Tapi adalah HGU. Adalah milik negara. Jadi setiap saat negara bisa ambil kembali. Kalau untuk negara, saya rela mengembalikan itu semua. Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola. Karena saya nasionalis dan patriot," tegas Prabowo.

SUMBER
loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close

-->