Kesaksian Agum Gumelar tentang Kejahatan Prabowo, Ini Videonya

Sebuah potongan video viral di media sosial menunjukkan Agum Gumelar sedang memberikan kesaksian tentang kejahatan yang dilakukan mantan anak buahnya di Kopassus, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ketika menjadi tentara. Bahwa Prabowo telah melakukan pelanggaran HAM berat hingga ia dipecat dari tentara.



Tidak ada penjelasan kapan dan di mana video tersebut dibuat.

Seorang netizen, Denny Siregar, termasuk yang mengunggah video tersebut di laman Facebooknya.

"Jangan sampai fakta sejarah harus ditulis ulang hanya karena para pelaku utama berkuasa untuk membersihkan tangan mereka. Jejak-jejak itu harus tetap ada dan dikabarkan, bukan sebagai bagian dari upaya balas dendam, tetapi menjadi catatan bagi para penerus bangsa ini kelak supaya tidak lagi menggunakan kekerasan dalam memperoleh kekuasaan," ujar Denny dalam catatannya bersama unggahan video.

"Dari hasil pemeriksaan, akhirnya didapat bukti bahwa Prabowo telah melakukan pelanggaran HAM berat," cerita Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar pada sesi diskusi dalam video.

Agum bercerita panjang tentang hasil temuan yang dia lakukan bersama Dewan Kehormatan Perwira DKP dimana ia bersama Subagyo HS, Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa perwira lain yang pada waktu itu berpangkat Letjen, memeriksa Prabowo dan tim Mawarnya yang sudah melakukan penculikan dan penghilangan nyawa beberapa aktivis saat peristiwa 98.

"Saya mantan Letjen Kopassus. Tim Mawar yang melakukan penculikan itu mantan anak buah saya semuanya. Saya melakukan pendekatan dari hati ke hati dengan mereka. Dari pendekatan itu barulah saya tahu bagaimana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu itu," kata Agum.

Berikut ini kesaksian lengkap Agum Gumelar dalam video:

"Anggotanya, ada tujuh orang anggotanya. Tujuh orang Letjen bintang bintang 3, karena yang diperiksa adalah bintang tiga.

Termasuk di dalamnya Letjen Almarhum Ari Kumaat, Letjen Yusuf Karta, Letjen Djamari Chaniago, Letjen Fachrul Razi, Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, Letjen Agum Gumelar. Itulah anggota DKP (Dewan Kehormatan Perwira).

Tugasnya adalah memeriksa kasus ini, menyelidiki kasus pelanggaran HAM. berjalanlah DKP, bekerjalah DKP sebulan lebih, memeriksa yang namanya Prabowo Subianto. Periksa, dari hasil pemeriksaan mendalam, ternyata didapat fakta bukti yang nyata bahwa dia telah melakukan pelanggaran HAM berat.

Saya disamping anggota DKP, saya mantan Danjen Kopassus. Tim Mawar yang melakukan penculikan itu, bekas anak buah saya semua dong. Saya juga (melakukan) pendekatan hati ke hati dengan mereka, diluar pekerjaan DKP. Karena dia bekas anak buah saya dong. Ketika hati ke hati dengan mereka, di sinilah saya tahu bagaimana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu betul. Gitu.

Jadi DKP dengan hasil temuan seperti ini, merekomendasikan kepada panglima TNI, rekomendasinya apa? Dengan kesalahan yang terbukti ini, direkomendasikan yang bersangkutan  diberhentikan dari dinas militer. Tanda tangan semua. Subagio HS tanda tangan, Agum Gumelar tanda tangan, Susilo Bambang Yudhoyono tanda tangan, semua tanda tangan. Yaa walaupun saat ini saya jadi heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Nah itu. Gak punya prinsip itu orang. Benar itu.

Itu fakta yang tidak bisa dihapus. Siapa yang bisa menghapus ini?

Sampai sekarang Amerika, Inggris dan Australia, No for Prabowo. Tidak bisa masuk ke Amerika, tidak bisa masuk ke Inggris. Ini fakta, bukan black champaign.

Jadi, saya heran kenapa jadi lupa semua?

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenali sejarah bangsanya. Satu satuan yang besar adalah Kopassus. Satuan yang dimana anggotanya mengerti sejarah Kopassus. Tapi lupa. Karena mungkin ini sudah lewat, lama.

Bahwasanya sampai dengan detik ini, yang namanya Komandan Jenderal Kopassus itu sudah yang ke-31 sekarang ini. Dari 31 Komandan Jenderal Kopassus hanya satu yang diberhentikan dari dinas militer, siapa dia?

Ini itu apa? Bagi saya, aneh bin ajaib kalau sampai dia jadi presiden."

Saat peserta diskusi menanyakan apakah paparan Agum tersebut boleh diviralkan demi memberikan kesadaran kepada generasi milenial, Agum menjawab, "Silakan saja." []

Berikut ini penuturan Agum Gumelar selengkapnya dalam video yang viral di media sosial:



SUMBER
loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close

-->