Penjelasan BNN Soal Hasil Negatif Tes Narkoba Andi Arief

Badan Narkotika Nasional menjelaskan penyebab hasil tes urine politikus Partai Demokrat Andi Arief negatif narkoba. Menurut BNN, setiap pemakai memiliki rentang waktu hingga keberadaan zat narkoba di tubuhnya tidak terbaca.



"Seseorang setelah memakai itu ada masa tidak terbaca, baik yang diambil darah, air seni atau rambut," kata Kepala Bagian Humas BNN, Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono, di Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.

Dia menjelaskan zat narkoba dalam darah bisa terdeteksi antara 1 sampai 2 hari. Sementara kandungan air seni bisa lebih lama satu hari, yakni 3 hari. Yang paling lama bertahan ada di rambut, yakni 5 hari.

Dalam kasus Andi, polisi menangkap dia saat menggunakan sabu di Hotel Peninsula, Jakarta Barat pada 3 Maret 2019. Polisi menyatakan saat dites urine, Andi positif menggunakan sabu.

Sementara, Andi baru menjalani tes urine di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta pada 8 Maret 2019. Ada selang lima hari sejak Andi terakhir kali menggunakan narkoba hingga menjalani tes urine.

Dalam lembaran hasil tes yang tersebar di media sosial, tertulis hasil negatif untuk pemeriksaan urine Andi Arief untuk beberapa tes seperti benzodiazepine, cannabis, opiate, amphetamine, dan MDMA.

Pudjo mengatakan kendati setelah dites urine negatif, Andi tetap harus menjalani rehabilitasi. Dia mengatakan dalam pemeriksaan awal, Andi telah positif mengkonsumsi narkoba. "Ini bukan masalah tidak terbacanya pengecekan darah, air seni, atau rambut, tapi masalah ketergantungannya," kata dia.

Pudjo menuturkan rehablitasi Andi Arief akan dilakukan oleh RSKO Jakarta. RSKO Jakarta, kata dia, yang akan mengambil keputusan medis mengenai cara dan lamanya Andi direhabilitasi.

SUMBER
loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close

-->