Sepeda Motor Dibawa Kabur, Ibu-ibu Pulau Tidung Ini Malah Tertawa

Umumnya orang bisa sedih, marah-marah, atau kalap bila kehilangan sepeda motor. Namun di pulau seluas 50 hektare ini, kejadian seperti itu malah bisa bikin tertawa.



Sepeda motor biasa berseliweran menjelajahi pulau sepanjang 4 km ini, jumlahnya terlihat lebih banyak ketimbang yang ada di pulau-pulau lain di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta. Beberapa sepeda motor di pulau wisata ini tak dipasangi pelat nomor polisi. Ini adalah Pulau Tidung.

Saat pengendaranya berhenti dan menuju titik yang dituju, sepeda motor kadang tidak dikunci setang, bahkan kuncinya tidak dicabut. Saat detikcom berjalan-jalan di pulau ini pada malam Jumat (21/2/2019), terlihat jelas sepeda motor dengan kunci masih tertancap dibiarkan begitu saja di samping-samping rumah. Meski begitu, ada pula sepeda yang dikunci setang oleh pemiliknya tanpa meninggalkan kunci kontak.



Siang harinya, terjadi peristiwa yang cukup membuat heran orang darat, sebutan setempat untuk orang-orang dari daratan Jakarta. Di depan Toko Danu Sell, Bu Yeye, Bu Kukut, dan Bang Untung sedang nongkrong. Bu Kukut yang ikut menjaga lapak bensin eceran menyapa Ibu Yeye yang datang mengendarai sepeda motor, membeli kebutuhan harian di Toko Danu Sell.

Bu Yeye memarkirkan sepeda motor lima langkah dari Toko Danu Sell. Sekitar 10 menit kemudian, sepeda motor warna merah Bu Yeye dibawa pergi seorang pria yang baru saja berbelanja di toko ini. Peristiwa ini berlangsung cepat saja, pemilik motor menyadari dengan lambat.

"Heh! Itu motor kok dia yang bawa?" teriak Bu Yeye, sambil menengok ke Bu Kukut.

"Whaa...! Ketukar!" kata Bu Kukut menyimpulkan.

Terlihat wajah Bu Yeye panik, namun kepanikan ini segera disusul dengan tertawa bersama-sama. "Tolol ini, ha-ha-ha...," kata Bu Kukut.

Anehnya, motor si pria yang membawa lari motor Ibu Kukut masih tertinggal di sini, yakni motor bebek matik warna putih tanpa pelat nomor. Kunci kontaknya juga masih menempel, lengkap dengan gantungan kunci warna hijau.

"Punya saya warna merah, yang punya dia ini kan warna putih. Ya jelas bedalah punya saya dengan punya dia," kata Yeye sambil geleng-geleng kepala.

Yeye mengidentifikasi si pembawa sepeda motornya merupakan pria berkulit gelap yang tinggal di bagian pojok pulau. Dia sering melihat pria itu, karena memang pulau ini tidak besar-besar amat, jadi tiap warga setempat tak terlalu asing satu sama lain, bila tidak kenal nama minimal kenal wajah.

Lima menit kemudian, mereka masih tertawa-tawa memikirkan kejadian ini. Semakin dipikirkan, justru semakin menggelikan. Hujan deras turun. Bu Yeye mulai resah karena tak bisa pulang dan agak ragu bila harus membawa sepeda motor putih di depannya, karena sepeda motor itu bukan miliknya. Dia menelepon keluarganya.

"Udah bawa aja, gampang, entar saya bilang ke orangnya yang punya," kata Bu Kukut ke Bu Yeye.

Singkat cerita, Bu Yeye memutuskan membawa motor putih itu saja ketimbang harus menunggu lebih lama lagi, mumpung hujan berhenti.

Bu Kukut menjelaskan, orang Pulau Tidung punya kebiasaan tidak mencabut kunci kontak dari sepeda motor. Kebiasaan ini memang tidak berakibat pada hilangnya sepeda motor di sini, namun bisa fatal bila kebiasaan ini tak diubah sesampainya di daratan Kota Jakarta.

"Makanya anak tetangga saya itu sepeda motornya hilang pas baru dibawa ke Jakarta kemarin, motornya nggak dikunci, ya hilang. Padahal baru beli itu," kata Kukut.

Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva.

SUMBER
loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close

-->